Kamis, 07 Februari 2019

LITERASI BUKU NONFIKSI KELAS 7 SMP IT ISTANA MULIA

   LITERASI BUKU NONFIKSI
KELAS 7 SMP IT ISTANA MULIA
SEMESTER 2 TA 2018/2019

         Materi:
              A. Menemukan Unsur-Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi
              B. Membuat Peta Pikiran/Sinopsis tentang Isi Buku-Buku Fiksi/Nonfiksi
              C. Menelaah Hubungan Unsur-Unsur dalam Buku Fiksi dan Nonfiksi
              D. Menyajikan Tanggapan Terhadap Isi Buku Fiksi/Nonfiksi


Nonfiksi
  • Buku Non-fiksi
Merupakan buku yang berisi kejadian sebenarnya dan bersifat informatif. Dalam buku nonfiksi, membutuhan pengamatan dan data dalam pembuatannya, sehingga dapat dipertanggungjawabkan isinya. Bahasa yang digunakan biasanya bahasa denotatif atau bahasa sebenarnya, jadi pembaca dapat langsung memahami maksud dari isi buku. Buku nonfiksi dibuat berdasarkan pengamatan dan data maka isi dari buku tersebut harus memiliki fakta-fakta. Oleh karena itu, buku nonfiksi sering dijadikan sumber informasi oleh para pembaca.


Jenis-jenis buku nonfiksi
Untuk kalian ketahui nih Squad, buku nonfiksi itu dikelompokkan menjadi beberapa jenis menurut isinya, jenis-jenisnya yaitu:
jenis-jenis buku nonfiksi
Pertama adalah buku biografi. Buku biografi merupakan buku yang berisi riwayat hidup seseorang, banyak yang kita temui tentang riwayat hidup pahlawan atau tokoh-tokoh berpengaruh. Kemudian buku itu ditulis untuk mendokumentasikan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang tersebut. Buku biografi tentunya ditulis agar dapat menginspirasi para pembacanya.
jenis-jenis buku nonfiksiBuku Biografi Bacharuddin Jusuf Habibie
Sumber: bukabuku.com
Kedua adalah buku literatur. Buku literatur merupakan buku yang memiliki fungsi untuk digunakan sebagai rujukan kajian keilmuan. Buku literatur sering disebut diktat atau buku kuliah. Biasanya, buku literatur sering ditulis berdasarkan penelitian. Maka dari itu, buku ini sudah jelas memiliki kadar keilmiahan yang sangat tinggi. Jadi, buku literatur ini sering ditulis oleh dosen atau peneliti.
buku literatur-1.jpg
Contoh buku literatur
Sumber: https://amazon.in/
Ketiga adalah buku motivasi. Buku motivasi merupakan buku yang berisi kajian psikologis untuk membangkitkan gairah atau semangat bagi para pembacanya. Buku motivasi dapat disusun berdasarkan kajian keagamaan atau moral. Biasanya buku ini sering ditulis oleh entrepreneur. Tulisan-tulisannya merupakan kiat-kiat membagi semangat, setelah para entrepreneur ini mencapai satu titik keberhasilan setelah melewati proses yang panjang. Dengan membaca buku motivasi, pembaca diharapkan mendapat energi baru untuk meneruskan hidup dan semangat untuk terus berkarya.
jenis-jenis buku nonfiksi
Sebuah buku motivasi karya Merry Riana
Sumber: https://goodreads.com/
Keempat adalah buku pendamping. Buku pendamping merupakan buku yang memiliki fungsi untuk mendampingi buku utama. Biasanya buku pendamping disebut pula buku pengayaan. Jadi, buku pendamping ditulis setelah ada buku utama. Contohnya, buku pelajaran untuk anak sekolah. Kajian buku pelajaran itu masih bersifat umum. Jadi, buku pelajaran memerlukan buku pendamping untuk menjelaskan buku utama karena ada beberapa bagian dari buku utama yang tidak dijelaskan secara lengkap dalam buku utama.
jenis-jenis buku nonfiksiSebuah buku pendamping


BAB 1 LITERASI BUKU FIKSI DAN NONFIKSI KELAS 7 SMP IT ISTANA MULIA

   LITERASI BUKU FIKSI
KELAS 7 SMP IT ISTANA MULIA
SEMESTER 2 TA 2018/2019

         Materi:
              A. Menemukan Unsur-Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi
              B. Membuat Peta Pikiran/Sinopsis tentang Isi Buku-Buku Fiksi/Nonfiksi
              C. Menelaah Hubungan Unsur-Unsur dalam Buku Fiksi dan Nonfiksi
              D. Menyajikan Tanggapan Terhadap Isi Buku Fiksi/Nonfiksi

A.Fiksi

Arti Fiksi Secara Umum

Hasil gambar untuk fiksiSebenarnya apa itu fiksi? Pengertian Fiksi adalah sebuah prosa naratif yang sifatnya imajinasi atau karangan non-ilmiah dari penulis dan bukan berdasarkan kenyataan. Dengan kata lain, fiksi tidak terjadi di dunia nyata dan hanya berdasarkan imajinasi atau pikiran seseorang.
Walaupun fiksi hanya imajinasi penulis, namun fiksi tetap masuk akal dan bisa mengandung kebenaran yang bisa mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia. Kata “Fiksi” bersal dari bahasa Inggris yaitu “Fiction” yang artinya rekaan atau khayalan.
Ada beberapa jenis karya seni yang termasuk dalam tulisan fiksi, diantaranya:
  • Novel
  • Cerpen
  • Sinetron
  • Drama
  • Telenovela
  • Film komedi
  • Dan lain-lain

Pengertian Fiksi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami tentang arti fiksi, kita dapat melihat pendapat para ahli berikut ini:

1. Krismarsanti

Menurut Krismarsanti pengertian fiksi adalah karang yang berisi kisah atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang.

2. Thani Ahmad

Menurut Thani Ahma arti fiksi adalah cerita naratif yang timbul dari imajinasi pengarang dan tidak memperdulikan fakta sejarah.

3. Henry Guntur Tarigan

Menurut Henry Guntur Tarigan, fiksi adalah suatu karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi penulis.

4. Semi

Menurut Semi, pengertian fiksi adalah jenis narasi literer dan berupa cerita rekaan pengarang tanpa memperdulikan realitasnya.

Ciri-Ciri Fiksi

Mengacu pada pengertian fiksi di atas, kita dapat mengenali sebuah karya fiksi dari karakteristiknya. Berikut ini adalah ciri-ciri fiksi:
  1. Fiksi sifatnya rekaan atau imajinasi dari pengarang
  2. Dalam fiksi terdapat kebenaran yang relatif atau tidak mutlak
  3. Umumnya fiksi menggunakan bahasa yang bersifat konotatif atau bukan sebenarnya
  4. Karya fiksi tidak memiliki sistematika yang baku
  5. Umumnya karya fiksi menyasar emosi atau perasaan pembaca, bukan logika
  6. Dalam karya fiksi terdapat pesan moral atau amanat tertentu

Jenis-Jenis Fiksi

Setelah memahami pengertian fiksi dan ciri-cirinya maka kita juga dapat mengetahui apa saja jenis karya sastra yang termasuk dalam fiksi. Berikut ini beberapa jenis fiksi dalam karya sastra:

1. Novel

Pengertian Novel adalah suatu karangan fiksi yang menceritakan seorang tokoh utama dengan pro dan kontra di dalam ceritanya, mulai dari awal hingga akhir novel yang memiliki klimaks atau ending.

2. Roman

Pengertian Roman adalah suatu karya fiksi yang menceritakan mengenai beberapa tokoh dalam alur ceritanya. Roman mengandung banyak hikmah dalam ceritanya dan cenderung mengarah pada cerita klasik.

3. Cerpen

Pengertian Cerpen adalah suatu karang fiksi yang isinya jauh lebih sedikit ketimbang roman maupun novel. Namun, cerpen memiliki daya tarik tersendiri karena bisa menjadi pembelajaran awal bagi para penulis dalam membuat sebuah karya tulisan.

Contoh Cerita Fiksi

Berdasarkan ciri-ciri dan jenis fiksi yang dijelaskan di atas, berikut ini adalah beberapa contoh cerita fiksi:

1. Contoh Fiksi Roman

Ada banyak sekali karya sastra yang berbentuk roman. Selain itu, jenis-jenis Roman juga cukup banyak, misalnya Roman petualangan, Roman Psikologis, Roman percintaan, dan lain-lain.
Beberapa contoh karya sastra berbentuk Roman, yaitu:
  • Katak Hendak Jadi Lembu (Roman Psikologi)
  • Gadis Empat Zaman (Roman Percintaan)
  • Si Dul Anak Jakarta (Roman Anak dan Remaja)
  • Neraka Dunia (Roman Pendidikan)
  • Mencari Pencuri Anak Perawan (Roman Kriminal dan Detektif)

2. Contoh Fiksi Novel

Sama halnya dengan Roman, karya sastra dalam bentuk Novel ada banyak sekali saat ini dan mudah kita temukan di toko buku. Beberapa contoh novel diantaranya adalah:
  • Dilan 1990
  • Siti Nurbaya
  • Tenggelamnya Kapal Vander Wick
  • Ketika Cinta Bertasbih

3. Contoh Fiksi Cerpen

Contoh cerita pendek (cerpen) sering kita temukan di media cetak Indonesia, misalnya koran dan majalah. Beberapa judul cerpen tersebut diantaranya:
  • Cinta Tak Kunjung Tiba
  • Oh Mama Oh Papa
Sumber :maxmanroe.com

Senin, 21 Januari 2019

Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2017


Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2017

Bab 1 Belajar Mendeskripsikan

A. Menentukan Ciri Isi dan Tujuan Teks Deskripsi
Hasil gambar untuk Menentukan Ciri Isi dan Tujuan Teks Deskripsi
Tujuan teks deskripsi menggambarkan objek dengan cara memerinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis.

Teks deskripsi bertujuan menggambarkan/melukiskan secara rinci dan penggambaran sekonkret mungkin suatu objek/ suasana/ perasaan. Dengan demikian pembaca seakan-akan melihat, mendengar, mengalami apa yang dideskripsikan.



Objek yang dibicarakan pada teks deskripsi bersifat khusus (objek tertentu yang kemungkinan berbeda dengan objek lain). Objek yang dideskripsikan bersifat pendapat personal dari penulis.

Isi teks deskripsi diperinci menjadi perincian bagian-bagian objek, menggambarkan secara konkret, sehingga teks deskripsi banyak menggunakan kata khusus.

Selain itu Isi teks deskripsi bersifat personal dengan kandungan emosi sehingga menggunakan kata-kata dengan emosi kuat. Misalnya: ombak menggempur, kemolekan pantai, ibuku yang tangguh.



Ditinjau dari bentuknya teks deskripsi dibedakan menjadi dua kategori. Yaitu teks deskripsi berdiri sendiri sebagai teks dan teks deskripsi yang menjadi bagian teks lain (cerpen, novel, lagu, iklan, dll).

Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2017
B. Menentukan Isi Teks Deskripsi

Cara menentukan isi teks deskripsi dapat dilakukan dengan menjawab beberapa pertanyaan seperti:

Teks deskripsi itu membicarakan tentang apa?
Apa saja yang dijelaskan penulis pada awal, inti, dan akhir teks deskripsi?
Apa tujuan penulis menampilkan teks deskripsi tersebut?
Bagaimana penulis menggambarkan topik pada teks deskripsi?
C. Menelaah Struktur dan Bahasa Teks Deskripsi

Upaya menelaah struktur dan bahasa teks deskripsi dapat dilakukan dengan cara menjawab pertanyaan:

Apakah ciri bagian teks yang disebut identifikasi?
Apakah ciri bagian teks yang disebut deskripsi bagian?
Bagaimana ciri bagian simpulan teks deskripsi?
Struktur teks tanggapan deskriptif mencakup: identifikasi, deskripsi bagian, simpulan.

D. Menyajikan Lisan dan Menulis Teks Deskripsi

Langkah-langkah dalam menyusun teks deskripsi.

menentukan subjek yang akan dideskripsikan dan buat judul.
membuat kerangka bagian-bagian yang akan dideskripsikan.
mencari data dari subjek yang ditulis.
menyusun kalimat-kalimat menjadi paragraf pembuka, deskripsi, dan penutup.
memerinci objek/ suasana yang kamu deskripsikan dengan menggunakan kata dan kalimat yang merangsang pancaindera.
Bab 2 Memahami dan Mencipta Cerita Fantasi

A. Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi

Narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/peristiwa. Rangkaian peristiwa dalam cerita disebut alur.

Rangkaian peristiwa dalam cerita digerakkan dengan hukum sebab-akibat. Cerita berkembang dari tahap pengenalan (apa, siapa, dan di mana kejadian terjadi), timbulnya pertentangan, dan penyelesaian/akhir cerita.

Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa.

Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. Tema fantasi adalah majic, supernatural atau futuristik.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2017
B. Menceritakan Kembali Isi Cerita Fantasi yang Dibaca/ Didengar

Dalam rangka menceritakan kembali isi cerita fantasi dapat dilakukan dengan menjawab beberapa pertanyaan seperti:

a. Urutkan kejadian yang dialami tokoh pada cerita fantasi.

b. Siapa tokoh dan bagaimana watak tokoh yang ada pada cerita?

c. Pesan apa yang akan disampaikan pengarang melalui ceritanya?

d. Kejadian mana yang mungkin terjadi di dunia nyata dan mana yang tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata?

C. Menelaah Struktur dan Bahasa Cerita Fantasi

Struktur Cerita Fantasi dapat ditelaah melalui tiga kegiatan yaitu;

Orientasi, pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik.
Komplikasi, berisi hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu memuncak.
Resolusi, berisi penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi.
Sedangkan ciri kebahasaan pada Cerita Fantasi antara lain:

a. penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan (aku, mereka, dia, Erza, Doni)

b. penggunaan kata yang mencerap pancaindra untuk deskripsi latar (tempat, waktu, suasana)

c. menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna khusus.

d. kata sambung penanda urutan waktu.

e. penggunaan kata/ungkapan keterkejutan berfungsi untuk menggerakkan cerita (memulai masalah)

f . penggunaan dialog/ kalimat langsung dalam cerita

D. Menyajikan Cerita Fantasi

Hal-hal yang harus diperhatikan apabila akan menyajikan cerita fantasi:

Merencanakan cerita.
Penggalian ide cerita fantasi dari membaca.
Membuat rangkaian peristiwa.
Mengembangkan cerita fantasi.
Bab 3 Mewariskan Budaya Melalui Teks Prosedur

A. Mengidentifikasi Ciri Teks Prosedur

Teks prosedur bertujuan menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan agar pembaca/pemirsa dapat secara tepat dan akurat mengikuti sebuah proses membuat sesuatu. Atau melakukan suatu pekerjaan dan menggunakan suatu alat.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Ciri teks prosedur dari segi isinya ada tiga:

panduan langkah-langkah yang harus dilakukan.
aturan atau batasan dalam hal bahan/kegiatan dalam melakukan kegiatan.
isi kegiatan yang dilakukan secara urut (kalau tidak urut disebut tips).
Sedangkan ciri bahasa yang digunakan:

kalimat perintah, karena pada teks prosedur pembaca berfokus untuk melakukan suatu kegiatan.
diberikan saran dan larangan agar diperoleh hasil maksimal pada waktu menggunakan dan membuat.
penggunaan kata dengan ukuran akurat ( ¼ tepung, 5 buah rimpang kunyit).
menggunakan kelompok kalimat dengan batasan yang jelas.
B. Menyimpulkan Isi Teks Prosedur

Dalam rangka menyimpulkan isi teks prosedur dapat dilakukan melalui dua tahapan:

Menyimpulkan urutan langkah teks prosedur kegiatan.
Memperagakan hasil simpulan teks prosedur.
C. Menelaah Struktur dan Bahasa pada Teks Prosedur

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menelaah struktur dan bahasa pada teks prosedur:

Penggunaan kalimat perintah.
Menggunakan bentuk pasif (untuk proses).
Penggunaan kriteria/ batasan.
Menggunakan kata keterangan cara, keterangan alat, dan keterangan tujuan pada teks prosedur.
Penggunaan kalimat saran/ larangan.
Menggunakan kata penghubung, pelesapan, kata acuan.
Penggunaan akhiran –i dan akhiran –kan pada teks prosedur.
D. Menulis dan Memeragakan Teks Prosedur

Pada saat menulis teks prosedur anda harus memperhatikan struktur dari teks prosedur yaitu:

1. Judul, berupa nama benda/sesuatu yang hendak dibuat/dilakukan dan cara melakukan/ menggunakan sesuatu.

2. Pengantar yang menyatakan tujuan penulisan

3. Bahan atau alat untuk melaksanakan suatu prosedur

4. Langkah/tahapan dengan urutan yang benar

Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Bab 4 Menyibak Ilmu dalam Laporan Hasil Observasi

A. Mengidentifikasi Teks Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi dapat berbentuk buku referensi (ensiklopedia), film dokumenter, hasil penelitian, dan lain-lain.

Tujuan teks laporan observasi adalah untuk memperinci, mengklasifikasi, dan memberi informasi faktual tentang orang, hewan, objek, atau fenomena.

sedangkan laporan hasil observasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

• Isi yang dibahas adalah ilmu tentang suatu objek/ konsep.

• objek yang dibahas bersifat umum sehingga menjelaskan ciri umum semua yang termasuk kategori/ kelompok itu.

• Bertujuan menjelaskan dari sudut pandang ilmu.

• Objek atau hal dibahas secara sistematis, dirinci bagian-bagiannya, dan objektif.

• Memerinci objek atau hal secara sistematis dari sudut ilmu (definisi, klasifikasi, jabaran ciri objek).

B. Menyimpulkan Isi Teks Laporan Hasil Observasi yang Berupa Buku Pengetahuan yang Dibaca dan Didengar

Tahapan yang harus dilakukan ketika akan menyimpulkan isi teks laporan hasil observasi adalah:

Apa yang dibahas pada teks tersebut?
Apa saja bagian-bagian yang diperinci?
Memilah topik utama dan bagian-bagian yang terdapat pada tiap paragraf.
Tulislah informasi penting yang terdapat pada paragraf.
C. Menelaah Struktur dan Bahasa Teks Hasil Observasi

Sruktur teks laporan hasil observasi mencakup pernyataan umum, deskripsi bagian,

deskripsi manfaat, simpulan.

Pada saat akan menelaah bahasa pada teks laporan hasil observasi yang harus anda lakukan adalah:

Mendaftar Istilah pada Teks Hasil Observasi.
Melengkapi Teks Laporan Hasil Observasi.
Memperbaiki Kepaduan Paragraf.
Menyunting kalimat yang mengungkapkan klasifikasi
Menyunting kalimat-kalimat boros.
Menelaah prinsip penggunaan kata, kalimat, tanda baca dan ejaan.
Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2017
D. Merangkum dan Menyajikan Laporan Hasil Observasi

Langkah Menulis Teks Laporan Hasil Observasi:

Menentukan topik yang akan ditulis.
Menyusun Kerangka Laporan.
Menentukan informasi yang diperlukan dan cara mencari informasi.
Menata informasi dan hasil rangkuman menjadi teks hasil laporan observasi
Menata informasi yang diperoleh sesuai struktur teks hasil observasi.
Memvariasikan kalimat dan pengembangan paragraf pada teks laporan hasil observasi.
Bab 5 Mewarisi Nilai Luhur dan Mengkreasikan Puisi Rakyat

A. Mengenal dan Memahami Puisi Rakyat

Puisi rakyat berupa pantun, syair, gurindam, atau puisi rakyat yang berkembang di daerah tertentu.

Pada puisi rakyat terlihat kaku karena terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah kata dalam tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait. Selain itu juga pengulangan kata yang bisa di awal maupun di akhir sajak atau kita kenal dengan sebutan rima.

Puisi rakyat termasuk kategori puisi lama, meliputi pantun, syair dan gurindam.

Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari negeri India, yang sarat nilai agama dan moral.

Ciri gurindam adalah:

a. terdiri atas dua baris dalam sebait.

b. tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata

c. tiap baris memiliki rima sama atau bersajak A-A, B-B, C-C, dan seterusnya

d. merupakan satu kesatuan yang utuh.

e. baris pertama berisi soal, masalah, atau perjanjian

f. baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama.



g. isi atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua.

h. gurindam biasanya berisi nasihat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara.

Pantun adalah puisi Melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat.

Fungsi pantun adalah mendidik sambil menghibur.

Ciri-ciri pantun

• Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).

• Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.

• Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.

• Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

• Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Tautan Terkait:

Materi Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013 Revisi 2017
Materi Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Syair adalah salah satu puisi lama, dengan cirri-ciri:

1. Setiap bait terdiri dari empat baris.

2. Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.

3. Bersajak a-a-a-a.

4. Semua baris adalah isi.

5. Bahasa yang digunakan biasanya berupa kiasan.

B. Menyimpulkan Isi Puisi Rakyat

Dengan membaca puisi rakyat kita dapat memahami isi yang berupa nilai-nilai luhur warisan nenek moyang.

Melalui membaca puisi rakyat kita dapat menyimpulkan makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.



C. Menelaah Struktur dan Kebahasaan pada Puisi Rakyat

Pada saat menelaah puisi rakyat dari segi bentuk dan bahasa, yang harus dilakukan adalah menelaah:

ragam pola pengembangan pantun serta struktur pantun.
struktur dan bahasa gurindam, serta struktur dan aspek kebahasaan pada syair.
D. Menyajikan Puisi Rakyat secara Lisan dan Tulis

Sebelum menulis puisi rakyat perhatikan langkah menulis pantun berikut ini.

1) Tentukan ide yang akan disampaikan (kalau hidup bekerja keras kelak hidupnya menjadi sukses).

2) Menata ide menjadi dua larik (dengan bunyi akhir yang berbeda).

3) Memilih kosakata yang diakhir dengan bunyi seperti dua larik.

4) Membuat larik sampiran dari benda/kondisi yang tidak berkaitan langsung dengan isi.

5) Menata kembali kalimat/larik dengan rima dari kosakata yang berima sama.

6) Menata pantun secara logis.

Langkah membuat gurindam dan syair hampir sama dengan langkah membuat pantun hanya saja perlu disesuaikan dengan syarat gurindam dan syair.

LITERASI BUKU NONFIKSI KELAS 7 SMP IT ISTANA MULIA

   LITERASI BUKU NONFIKSI KELAS 7 SMP IT ISTANA MULIA SEMESTER 2 TA 2018/2019          Materi:               A. Menemukan Unsur-U...